,

Begini Cara Perkenalkan Konsep Uang ke Anak

Jika kelak kamu atau telah menjadi orang tua, ketahuilah bahwa kecerdasan keuangan menjadi salah satu hal penting yang harus diajarkan anak sejak dini karena serapan pengetahuan dari luar mereka masih sangat baik. Cerdas keuangan bisa meliputi bagaimana mereka mengelola uang  serta sebagai orang tua mampu membangun kebiasaan tentang bagaimana memperlakukan uang secara bijak.

Menurut literasi penelitian Danes (1994), ia menemukan ada pola didik yang salah dari orang tua, yaitu berpikiran bahwa mendidik anak tentang keuangan baiknya di usia 18 tahun. Padahal paling baik adalah waktu masih kecil agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang telah memiliki dasar berpikir dalam pengelolaan uang

Disamping itu, hal lain yang perlu dikembangkan dari pola pikir orang tua adalah tentang menabung dan investasi. Selama ini orang tua hanya menanamkan pentingnya menabung tapi tidak diimbangi dengan investasi karena mereka pun kurang berpengetahuan mengenai itu. Dan keparnoan orang tua terhadap berbagai mitos tentang investasi yang malah menyebabkan bangkrut. Nah hal seperti ini jangan sampai kamu tanamkan juga ke anakmu nanti karena justru itulah yang perlu dirubah untuk membentuk mindset keuangan yang lebih baik terhadap anak.

Metode mudah yang disarankan oleh Mbak Ligwina Hananto adalah dengan menerapkan konsep MBBM yaitu Menghasilkan uang, Belanja, Beramal dan Menabung. Misalnya kamu mengajak anak-anak berbelanja ke pasar tradisional dan modern untuk mengetahui nilai harga, lalu ajarkan anak berbagi dengan pergi ke panti asuhan dan bersedekah misalnya baju bekas, makanan dan lain sebagainya. Serta biasakan anak untuk menabung dengan celengan supaya ia bisa mengelola uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan tanpa terus meminta orang tua.

Selain metode tersebut, kamu pun sebagai orang tua bisa memakai metode kreatif sehingga anak mudah memahami keuangan, misalnya melalui permainan. Ini bertujuan supaya memori tersebut bisa tersimpan dalam pikiran bawah sadar dan akan dibawa terus hingga dewasa.

SEE ALSO :   Mari Berkarya Sebagai Investasi Masa Muda

Dibawah ini adalah jenis permainan yang bisa kamu praktekan dan ajarkan pada anak mengenai keuangan:

  • Monopoli

Permainan klasik yang tidak ada matinya ini sekarang bisa kamu temukan secara online. Monopoli secara tidak langsung mengajarkan anak prinsip dasar keuangan yaitu pembelian, penyewaan dan pertukaran properti lewat Monopoli. Dalam permainan ini anak-anak akan merasa bermain secara nyata karena akan memiliki uang serta kartu hak milik dapat digunakan untuk setiap kepemilikan properti. Dari permainan ini anak-anak bisa belajar untuk mengelola keuangan serta mengatur strategi investasi yang bisa menguntungkan mereka

  • Cashflow

Permainan ini muncul berdasarkan prinsip Teiori Keuangan Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki yaitu mengenai pembagian kategori hidup berdasarkan jumlah penghasilan. Cashflow mengajarkan anak-anak tentang manajemen sistem keuangan dengan 1 buah papan permainan, 3 buah dadu, 6 buah tikus, 6 buah keju serta koin-koin Cashflow berwarna-warni. Selain itu ada lembar kerja finansial yang disediakan sehingga anak-anak dapat mengelola cashflow mereka secara efisien. Game ini sendiri bisa dimainkan oleh 6 orang sekaligus sehingga bisa mengundang keseruan dan keramaian.

  • Tycoon

Permainan yang bisa kamu temukan di smartphone ini bisa mengedukasi anak untuk memahami pentingnya mengatur pendapatan dan menabung. Dalam permainan Tycoon ini anak-anak juga akan diberikan kesempatan untuk bertanggung jawab langsung atas keuangan pribadi mereka serta anak akan belajar mandiri dan berusaha dalam mendapatkan keinginannya. Tycoon sendiri saat ini telah dilengkapi dengan interface yang mudah sehingga anak dapat memahami permainan ini dengan cepat.

Teman-teman, pengetahuan tentang keuangan itu hal yang signifikan untuk kehidupan mendatang, maka dari itu tak heran jika kamu sebagai orang tua dituntut mampu memperkenalkan anak terhadap uang mulai sekarang agar ia memiliki sifat yang baik dalam mengatur diri nantinya.

Tak hanya menabung, tapi mulai untuk perkenalkan dan ajarkan anak investasi sejak dini agar kelak bisa menghasilkan perputaran keuangan yang mandiri.