Biaya Tersembunyi Saat Beli Apartment

Disebut sebagai Generasi yang sulit punya rumah, Millenials sekarang dan beberapa orang lainnya lebih melirik apartment sebagai alternatif tempat hunian terutama mereka yang tinggal di kota besar. Ini disebabkan harga tanah dan rumah yang belum sebanding dengan penghasilan masyarakat Indonesia atau lulusan baru yang rata-rata adalah Rp. 4,000,000 per bulan. Disamping itu, dengan harga menarik, apartment menawarkan fasilitas lengkap beserta akses jalanan yang strategis dibanding membeli rumah biasa yang belum tentu kamu mendapatkan paket lengkap tersebut.

Sayangnya mungkin banyak dari kamu terkecoh dengan biaya apartment yang tertera di iklan dan mengganggap biaya tersebut sudah bersih. Padahal, biaya yang tercantum hanya nilai jual dan syarat uang muka perolehan saja yang sebenarnya tidak sesederhana itu karena ada beberapa biaya lain yang perlu dibayar. Lalu sebenarnya apa saja sih biaya perolehan yang perlu disiapkan untuk membeli apartment? Ini jelasnya.

  • Biaya provisi

Ini dikenakan jika kamu memakai Kredit Kepemilikan Apartment (KPA). Biaya ini disesuaikan dengan apartment yang kamu beli, tapi biasanya ada di kisaran 1% dari harga apartment

  • Pajak Pertambahan Nilai

Tarif pajak ini adalah 10% dan umumnya dibayarkan melalui pihak apartment termasuk pelaporannya.

  • Bea Perolehan Harga Tanah & Bangunan

Besarnya biaya ini adalah 5% perolehan dari harga apartment setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) yang berbeda-beda sesuai daerah.

  • Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM)

Kamu akan dikenakan pajak ini bila membeli apartment yang berkategori mewah yakni diatas Rp. 2 Miliar. Tarif ini adalah 20 persen dari harga jual apartment

  • Biaya Administrasi

Biaya terakhir ini meliputi Akta Jual Beli , Pertelaan dan Bea Balik Nama yang umumnya menjadi satu paket dengan biaya biasanya sekitar 1 persen dari harga jual apartment

SEE ALSO :   6 Startup Indonesia yang Patut Dijadikan Inspirasi

Tuh kan ternyata beli apartment tak sesederhana dan semurah yang ada di brosur. Supaya tidak terlena dengan tipu daya marketing, kamu harus pintar-pintar dalam menyerap informasi sebelum membelinya. Meskipun nanti kamu sudah punya dana untuk mendapatkan apartment impianmu, jangan lupa hitung kembali dana tersisa apakah cukup untuk memenuhi cicilan apartment dan kebutuhan lainnya. Manfaatkan reksadana sebagai awal perluasan investasimu serta cadangan keuanganmu untuk spekulasi di masa mendatang.