Cara Lapor Pajak Selebgram

“Warga bijak, taat pajak” . Pepatah ini pasti sering kamu dengar sebagai bentuk ajakan agar kamu sebagai warga negara  bisa disiplin dalam membayar pajak. Kenapa sih harus banget bayar pajak?

  • Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah yang telah diatur dalam Undang-Undang untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatan negara
  • Dengan pajak, negara bisa membangun, mendorong kegiatan ekspor, memproteksi perlindungan barang produksi dalam negeri dan lain sebagainya
  • Pajak membantu menyesuaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kesejahteraan masyarakat
  • Menstabilkan kondisi dan keadaan ekonomi misalnya mengatasi inflasi dan lain sebagainya

 

Sekarang, sebagian dari kamu banyak yang memilih yang mencari pengalaman bekerja dengan menjadi seorang freelance atau tidak terikat tetap pada suatu perusahaan. Ditambah lagi dengan adanya sebuah situs bernama freelancer.com yang penggunanya kini mencapai 500.000 orang, ini membuktikan bahwa freelance telah menjadi pilihan bekerja secara professional. Dengan fenomena ini, orang-orang bisa lebih mandiri sekaligus mengurangi angka pengangguran sehingga menurut Mckinsey, Indonesia berpotensi menjadi negara perekonomian terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030 karena peningkatan pekerja professional.

 

Pekerja freelance jenisnya banyak. Tapi mungkin yang sering kita temui adalah selebgram, selebtweet, musisi, penulis, dan lain sebagainya. Tapi tahukah kamu jika pekerjaan lepas tersebut juga dibebani pajak yaitu pajak penghasilan yang perlu kamu bayarkan? Yes, kamu punya kewajiban untuk melaporkan pajak penghasilan dalam SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi. Tapi, gimana cara ngitungnya?

 

Pelaporan pajak seorang freelance menggunakan sistem self assessment, sebuah sistem yang memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar serta melaporkan sendiri pajak terutang atas penghasilan yang didapat selama 1 tahun. Untuk menghitung pajak penghasilanmu, kamu perlu mengetahui aturan perhitungan yang sudah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan jenis pekerjaan atau usaha yang telah dibagi menjadi 3 kelompok ini:

  • 10 Ibukota provinsi (Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar dan Pontianak) sebesar 40%
  • Kota provinsi dan daerah lainnya sebesar 35%
SEE ALSO :   Dua Strategi Finansial Saat Anggota Keluarga Bertambah

Cara penghitungannya mudah kok. Kamu kalikan penghasilan kotor atau bruto dengan norma penghitungan penghasilan yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya kamu adalah freelance fotografi dengan penghasilan Rp. 3,000,000 sebulan di kota Surabaya. Dari pekerjaan tersebut, kamu memperoleh penghasilan kotor selama setahun yaitu Rp. 36,000,000. Maka pajak yang kamu bayarkan adalah Rp. 36,000,000 x 40% = Rp. 14,400,000.

 

Tapi jika kamu masih bingung, kamu bisa berkonsultasi dengan Kantor Pelayanan Pajak terdekat dan menanyakan hal-hal yang menurutmu kurang jelas. Yuk jangan malas dan mulai pahami pajakmu demi pembangunan negara yang lebih baik.