Ini Lho Cara Investasi Coffee Shop Ala Ben dan Jodi

Buat yang ngaku pecinta kopi, tahukah kamu jika Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi kopi 6,6 % dari produksi kopi dunia tahun 2012? Tapi dari data yang diambil dari Kemenperin Online, konsumsi kopi  masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kg perkapita/tahun dibanding dengan negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun. Jangan sedih, dalam prospeknya pengembangan pengolahan kopi di dalam negeri sangat baik, oleh karena itu ia menjadi industri prioritas yang terus dikembangkan di Indonesia.

Karena peningkatan taraf dan gaya hidup, kopi sekarang gak cuma sekedar sebuah minuman untuk bersantai tapi juga penghubung komunikasi dengan siapapun. Mau lagi meeting, nongkrong, kerjain tugas atau apapun itu, pasti di meja ada secangkir kopi yang nemenin kamu buat melewati hari. Nah, karena pengaruh kaum urban seperti kamu, kopi pun kini telah berubah identitas. Dulu kopi cuma dinikmati di warung pinggir jalan, tapi sekarang disajikan di kedai kopi atau coffee shop dengan tempat yang nyaman dan kekinian.

Coffee lovers, supaya kamu makin tahu nih, keberadaan coffee shop pertama terletak di benua Asia tepatnya Turki, lalu merambah ke kawasan Eropa hingga Amerika dan sekarang telah menyebar ke sejumlah tempat di belahan dunia lainnya. Dalam perkembangannya, kopi memiliki berbagai teknik penyajian yang ternyata bisa membantu mempengaruhi penjualan kopi tersebut.

Fenomena dunia perkopian ini dilihat sebagai peluang bisnis menjanjikan untuk investasi karena bahan utama tersedia dan berlimpah, target pasar jelas yaitu semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, pekerja hingga ibu rumah tangga serta adanya kebutuhan konsumsi dan social life yang perlu dipenuhi. Ditambah, film Filosofi Kopi yang kembali hadir sehingga makin menambah semangat kamu bisnis kopi kian tinggi.

Yap, Ben dan Jodi akhirnya datang lagi untuk membagi kisah petualangan bisnis kopi dan persahabatan mereka ke kita semua. Di film ini, Ben dan Jodi yang ingin menghidupkan bisnis coffee shop milik mereka, akhirnya menggandeng seorang investor. Investor ini berhasil membuat bisnis mereka semakin berkembang dan mendapat perhatian publik yang lebih luas.

Film ini tentu cukup menginspirasimu untuk mengikuti jejak Ben dan Jodi berbisnis coffee shop. Namun buat kalian yang sudah menonton, perhatikan nggak bagaimana Ben dan Jodi memulai bisnis mereka? Disini kita merangkum apa saja yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis ini.

  • Buat Bisnis Plan

Dalam membangun bisnis, kamu perlu perencanaan, pemikiran dan strategi yang matang seperti Jodi. Misalnya, bagaimana coffee shop kamu bisa mendatangkan untung, siapa target konsumen kamu, menganalisa serta mempelajari kompetitor hingga mempersiapkan alternatif pemecahan masalah yang sekiranya akan terjadi di masa depan.

SEE ALSO :   Cara Cermat Bersiap untuk Keadaan Darurat

 

  • Pikirkan Pendanaan

Modal adalah paling penting dari pembangunan bisnis. Modal bisa datang dari tabungan atau investasi milik sendiri atau jika membutuhkan biaya yang sangat besar, kamu bisa mencari seorang investor seperti yang Ben dan Jodi lakukan untuk menyuntikkan dana dengan sharing profit yang disepakati bersama.

Tapi sebelumnya, kamu perlu menghitung sendiri modal awal hingga laba bersih tiap bulan, sehingga ketika memutuskan untuk sharing profit dengan investor kamu tahu angka kasar yang didapat.

Tentunya jika kamu memilih bekerja dengan investor, kamu harus membuat perjanjian bisnis sebelum semua berjalan untuk memperjelas atau menyepakati hal-hal di depan nanti.

 

  • Konsep Yang Berbeda

Carilah konsep yang unik dan mengandung filosofi, sebab itu yang akan menjadi image coffee shop kamu di mata publik. Konsep pun juga harus menyesuaikan dengan target pasar. Cara mudahnya, kamu bisa melakukan mini survey ke target konsumen kamu dan menggali insight, kedai kopi seperti apa yang mereka inginkan sehingga kamu bisa mengelaborasi idemu dengan ide mereka dalam bisnismu.

 

  • Alat Pembuat Kopi

Kamu bisa memilih alat pembuat kopi dengan menyesuaikan budgetmu. Memang semakin bagus alat, memang akan membantu penjualanmu tapi jangan memaksakan diri supaya rencana keuangan tetap pada jalurnya. Jika kamu kurang memahami alat, jangan sungkan atau malu untuk bertanya pada temanmu yang berpengalaman. Karena malu bertanya, rugi kemudian.

 

  • Cita Rasa

Ben memiliki prinsip bahwa setiap cangkir kopi adalah sebuah filosofi yang harus bisa dinikmati karena rasa sangat berpengaruh terhadap performa kopi kamu. Jika kamu tidak menyukai kopi, paling tidak kamu harus tahu bagaimana membuat dan menyajikan kopi enak untuk konsumen, supaya mereka bahagia dan mau kembali ke coffee shop kamu

 

Makin tertarik untuk menjadi Ben dan Jodi selanjutnya? Gak masalah, mencoba lebih baik kan daripada cuma berpaku tangan. Tapi sebelum memulai, pastikan kamu punya tabungan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan, karena yang segala usaha yang dirintis biasanya kemungkinan merugi dulu. Jadi selain uang, kamu juga harus siapkan mentalmu untuk menghadap hal ini.

Atau jika kamu sudah memiliki investasi, kamu bisa mencairkan dana sesuai kebutuhan. Ini enaknya jika kamu memulai investasi selagi muda karena manfaatnya akan terasa disaat kamu membutuhkan. Jika coffee shop kamu berhasil, jangan lupa tambah investasimu supaya bisa membantumu bisnismu berkembang, yah. Bagi kamu yang belum punya investasi, yuk kunjungi Moinves sekarang.