Poin-Poin Agar Kartu Kreditmu Disetujui Bank

Semenjak kartu kredit hadir di hidup kita, rasa-rasanya banyak kebutuhan yang gampang terpenuhi dengan hanya sekali gesek. Kemudahan ini membuat banyak orang mulai mempertimbangkan kepemilikan kartu kredit. Fakta ini didukung dengan lansiran dari Pikiran Rakyat Online yang mengatakan bahwa Indonesia yang memiliki jumlah penduduk 250 juta punya potensi besar dalam penggunaan kartu kredit.

Tapi kenyataannya, pengguna kartu kredit di negara berkembang seperti Indonesia masih kurang dari 10%. Ini bisa disebabkan dengan banyaknya kasus penolakan pengajuan kredit dan regulasi bank yang tidak berkewajiban untuk memberitahukan alasan kepada calon nasabah sehingga mereka pun tidak bisa introspeksi diri.

Perlu kamu ketahui bahwa dibalik perbedaan alasan penolakan pengajuan, bank memiliki standart umum yang menjadi acuan yaitu penganalisaan dan keputusan penerimaan pengajuan yang terangkum dalam 5C, yaitu:

  • Character

Inilah guna dari proses wawancara supaya bisa mengenal kamu secara latar belakang, pekerjaan, pola hidup dan lainnya. Tujuan lainnya juga agar bisa melihat kamu apakah bisa dipercaya dalam menjalani kerjasama dengan bank

  • Capacity

Bank perlu melihat apakah kamu bisa menjalankan dan mengatur keuangan harianmu sebelum pengajuanmu disetujui. Jika kamu sudah pegang kartu kredit, usahakan agar seluruh cicilanmu tidak menghabiskan 30% dari pemasukan tiap bulan yah

  • Capital

Kamu akan dilihat kondisi aset dan kekayaan yang dimiliki. Ini penting karena akan mempengaruhi penilaian bank dan penentuan layak atau tidaknya kamu mendapatkan kredit atau besarnya kredit yang akan bank berikan

  • Collateral

Bank berhak menyita asetmu jika sebagai debitur kamu tidak memenuhi kewajiban membayar cicilan kredit. Aset yang dimaksud adalah yang telah kamu jaminkan pada bank misalnya tanah, bangunan, kendaraan bermotor, emas, ataupun deposito atau apapun yang nilai asetnya lebih tinggi dibanding nominal pinjaman

  • Condition
SEE ALSO :   5 CEO Yang Menyelamatkan Perusahaan Dari Kebangkrutan

Prinsip ini disebut sebagai prinsip kehati-hatian dalam menganalisis potensi risiko terganggunya pemasukan kamu akibat kondisi ekonomi bidang pekerjaanmu yang berujung pada macetnya pembayaran kredit kepada bank

Tapi, selain memperhatikan 5 prinsip di atas, kamu bisa melakukan beberapa hal dibawah ini supaya bank menyetujui pengajuan kreditmu:

  • Perbaiki catatan rekeningmu

Jika kamu adalah seorang karyawan, bank tak hanya meminta slip gaji sebagai bukti penghasilan, tapi juga laporan catatan rekening koran atau buku tabungan yang kamu punya. Tujuannya untuk memastikan bahwa kamu memang memiliki jumlah uang yang sama dan masuk setiap bulannya. Kamu perlu usahakan bahwa catatan rekeningmu menunjukkan pemasukan minimal 3-6 bulan terakhir agar proses pengajuanmu berjalan lancar

  • Lancarkan pembayaran utang

Karena bank memiliki kemampuan menganalisa kondisi keuanganmu, maka usahakan bila kamu punya kartu kredit lain atau utang lainnya jangan sampai pembayarannya macet karena itu bisa jadi salah satu faktor pengajuanmu ditolak sebab bank tidak ingin hal tersebut terjadi di tempat miliknya

  • Atur porsi cicilan

Bank bisa menolak permohonan kreditmu bila total cicilan utang kamu (termasuk pinjaman yang baru akan diajukan) melebihi sepertiga dari penghasilan karena bank tidak ingin membebanimu terlalu banyak sehingga melalaikan kebutuhan lainnya

Perlu kamu sadari bahwa kartu kredit memberimu tanggung jawa besar dalam penggunaan, jika tidak kamu akan terjebak arus hutang yang tidak kunjung habis dan membuatmu sulit bergerak. Daripada habis cuma untuk bayar hutang, lebih baik belajar untuk mengurangi kebiasaan hedon serta mengontrol penggunaan kartu kredit lalu mengalokasikan dana berlebih untuk investasi.