Portret Hidupnya Kamera Analog di Era Digital

Hidup di abad 21 memang menyenangkan karena kita dimanjakan oleh kecanggihan teknologi yang menawarkan kemudahan dalam segala hal. Peralihan zaman ini  otomatis memaksa manusia untuk meninggalkan nyamannya kebiasaan lama. Kamera menjadi salah satu dari sekian banyak produk hasil kemajuan teknologi. Sebelumnya, kamera film adalah sebuah benda yang digandrungi orang, hingga kamera digital datang mengambil alih posisinya. Dampak yang dirasakan oleh pebisnis kamera ialah penutupan sejumlah pabrik kamera dan pembuatan roll film akibat terjadi penurunan konsumsi.

Perusahaan raksasa yang bergerak di bidang fotografi, Fujifilm Indonesia membuat langkah gebrakan untuk tetap bertahan dalam persaingan yaitu dengan menciptakan inovasi konsep percetakan instan yang terkoneksi dengan gadget dan bisa disesuaikan dengan keinginan pencetak di setiap unit, supaya bisnisnya tidak mati diserang arus globalisasi. Tapi jika diamati, tren yang berkembang di Indonesia seperti roda yang perputarannya kembali ke masa waktu tertentu. Seperti yang terjadi belakangan ini, kamera analog sedang melejit dan justru digunakan oleh anak-anak muda Millenials.

Pabrik kamera film asal Inggris, Ilford Photo melakukan survey di tahun 2015 untuk mengetahui penggunaan kamera film di kalangan muda dan hasil menunjukkan bahwa sebanyak 60% memakai kamera tersebut dalam 5 tahun terakhir, dimana 30%nya berusia dibawah 35 tahun. Buat yang penasaran dengan hasil potret kamera ini, kamu bisa bisa menemukan beberapa hasil jepretan dengan mudah di Instagram melalui tagar 35mmindo yang biasanya digunakan oleh fotografer film untuk memperlihatkan karyanya.

Kembalinya kamera analog ke permukaan berkat segelintir orang yang masih setia memakai kamera ini ditengah dominasi kamera digital. Dikutip dari sejumlah sumber, beberapa anak-anak muda mengatakan jika ada sensasi berbeda dari kamera analog, misalnya saat mengikuti alur pencucian cetak dan penyusunan foto ke dalam album fisik. Bagi mereka, kamera analog mengajarkan untuk menikmati dan menghargai proses serta karya yang ada. Karena dalam pengoperasiannya, kamu tidak bisa menghapus foto kurang bagus, sehingga kamu harus lebih berpikir dan berhati-hati dalam bertindak agar hasil foto memuaskan.

SEE ALSO :   Pemuda Indonesia, Jadilah Agen Perubahan, Saatnya Investasi Masa Muda

Beberapa orang menganggap kamera analog bukan hanya sebuah tren, tapi kesenangan bernilai sejarah yang tak bisa diulang. Kamu yang sedang atau ingin menekuni kamera ini, gak perlu bingung jika ingin melakukan proses cuci foto atau lainnya karena penyanyi Tompi dan kawan-kawan menyediakan tempat yang biasa disebut sebagai surga penghobi kamera film yaitu Soup n Film.

Uniknya, Tompi membuat usaha ini di awal 2017 bukan karena keinginan berbisnis tapi ia sempat merasa kesulitan untuk mencari laboratorium cuci foto. Tompi menjadikannya peluang untuk memfasilitasi kebutuhannya serta penggemar kamera analog lainnya.

Udah tertarik buat nyobain hobi baru ini? Kamu bisa mencoba salah satu kamera yang sampai sekarang masih menjadi favorit pecinta analog, seperti:

  • Nikon FM2
  • Canon Canonet QL17
  • Yashica FX Super 2000
  • Nikon FM10
  • Olympus Mjuii
  • Yashica 35 GSN
  • Canon AE1
  • Pentax K1000
  • Fujica M1

Terlepas dari keriaan tren kamera analog sekarang, diakui bahwa ia tak akan bisa menyaingi popularitas kamera digital yang sudah tersebar masif. Tapi kamera analog bisa kamu pakai sebagai pelengkap kamera digital sesuai kebutuhan. Apapun yang kamu beli nantinya, pastikan tidak hanya mengikuti tren saja tapi bisa menjadi investasi jangka panjang sehingga kamu bisa merasakan manfaat dari hobimu itu.